10

Naya dengan Kolostomi (pasca operasi pertama)

Aduh mav ya baru sempet nulis lagi. Sibuk jualan ngumpulin receh buat operasi Naya bulan Maret besok.

Atresia ani adalah bahasa medis untuk bayi dengan lubang anus yang tidak sempurna. Bisa sama sekali tidak berlubang, namun banyak juga yang tetap terbentuk lubang yang letaknya tidak selalu sama antara pasien yang satu dan lain,lubang ini biasa disebut vistel.

Untuk bayi yang tidak terbentuk sama sekali, maka saat bayi itu lahir harus langsung dilakukan operasi pembuatan anus sementara diperut yang disebut kolostomi. Untuk Naya,alhamdulillah, masih ada vistel yang menyebabkan tidak terlalu urgent untuk dilakukan operasi pembuatan anus saat baru lahir.

Operasi untuk Naya rencananya baru akan kami lakukan saat berat badannya sudah 10kg atau kira kira 7-8 bulan. Namun kondisi darurat (baca Operasi tahap pertama) membuat Naya harus dioperasi saat usia 2 bulan. Nantinya akan ada tiga tahap operasi. Tahap pertama adalah pembuatan kolostomi atau anus buatan sementara diperut. Tahap kedua pembuatan anus sebenarnya di tempat yang semestinya dengan tetap mempertahankan kolostominya dan menutup vistel yang terbentuk saat lahir (tahap operasi paling menegangkan buat Naya). Dan tahap tiga memasukan kembali usus yang dijadikan anus sementara serta menutup kolostomi pada perut.

Operasi Naya yang pertama membuat Naya memiliki lubang diperut untuk usus Naya, lalu ususnya disobek sedikit untuk keluar fesesya. Ini dia perut Naya…

Kolostomi Naya

Karena Naya masih asi ekslusif, fesesnya pun masih berbentuk cairan. sehingga walaupun sudah diberi plastik penampung, pup nya masih berantakan di perut. Kulit yang memerah adalah ruam yang terjadi karena cairan pup yang rembes dari penampung. Karena pup bersifat asam akhirnya menyebabkan iritasi pada kulit Naya. Ditambah bekas plaster yang dibongkar pasang saat harus mengganti plastik penampung. Nah, salep yang dipilihkan dokter untuk iritasi ini adalah salep untuk pasien dengan tingkat luka bakar kedua dan ketiga. Melepuh deh itu kulit.Kondisi inilah yang akhirnya membuat aku berusaha menemukan cara yang lebih manusiawi untuk Naya.

Setelah operasi aku memang diajari cara merawat kolostomi Naya ini, tapi pada pelaksanaannya (tanpa menyudutkan siapapun) aku rasa saran untuk perawaran kolostomi Naya tidak terlalu tepat. Yah memang learn by doing selalu lebih baik daripada hanya sekedar teori. Tapi artikel dan saran dari beberapa pihak juga sangat membantu dalam menemukan cara terbaik untuk perawatan Naya.

Pertama Naya menggunakan colostomy bag, tapi Naya sangat tidak nyaman dan terbatasi geraknya. Bahannya juga plastik tebal dan kaku. Ukuran sangat besar dibanding perut Naya. Dan yang pasti mahal. Plastik kolostomi ini juga tidak terlalu efektip menampung pup nya karna lubang plastik terlalu besar, jadi pupnya pasti berantakan diperut. Lem pada plastik juga selalu lepas karena kena pup Naya yang cair.

plastik kolostomi (colostomy bag)

Akhirnya dokter memberi saran untuk menggantinya dengan plastik yang biasa buat es dan ada di pasaran. Caranya ukur diameter usus Naya, lalu buat lubang di salah satu sisinya. Masukan usus Naya kedalam lubang, jika sudah pas ujung plastik yang terbuka dipelintir dan diplester ke perut. Plester inilah yang membuat kulit perut Naya makin parah. Pernah kan pake plester saat kulit terluka? Tau juga kan rasanya saat menarik plester untuk membukanya? Nah itu yang terjadi pada Naya. Padahal dalam sehari naya bisa ganti plastik berkali kali karna pup nya masih sering.

Hal ini membuat aku tak henti berpikir untuk menemukan cara yang baik. Akhirnya seorang dokter bedah umum memberikan saran yang lebih baik. Caranya Naya dibuatkan ikat pinggang dengan lubang disamping untuk tempat usus Naya. Lalu ususnya dimasukan plastik dan diikat dengan selang infus agar kencang. Saat aku coba, sumpah gag banget deh. Tapi ide untuk membuat ikat pinggang itu memang aku terima. Dokter ini pula yang memprotes penggunaan salep luka bakar pada ruam disekitar kolostomi dan menyarankan untuk menggunakan zink salep. Ternyata dokter bedah umum lain yang aku gunakan sebagai secon opinion serta beberapa artikel di internet juga membenarkan penggunaan zink salep itu. Akhirnya aku mengikuti sarannya.

Nah ini dia Naya dengan ikat pinggangnya :D

ikat pinggang tempat melekatnya plaster dan plastik penampung pup

Ikat pinggang ini terbuat dari gurita yang dibagi dua, lalu dilubangi dibagian pinggir untuk tempat kolostomi Naya. Sebelum dipakaikan ikat pinggang ini, kulit disekitar kolostomi diolesi zink salep. Fungsinya adalah agar jika ada kotoran maka akan menempel di salep tersebut, sehingga akan mengurangi iritasi pada kulit Naya. Setelah diolesi, baru dipakaikan ikat pinggang. Lalu kasa dipotong memanjang, dipilin dan diolesi salep antibiotik untuk dilingkarkan pada lubang kolostominya. Terakhir masukan plastik es yang sudah dilubangi sesuai diameter kolostomi ke usus Naya, ujung plastik yang terbuka dipilin dan diplester agar menempel di ikat pinggang.

Kira kira jadi begini deh..

Kolostomi Naya dengan plastik es

Agar ikat pinggang tidak basah kena pipisnya, Naya harus pake diapers sepanjang hari.  Sehingga harus terus dipantau kulit yang tertutup diapers agar tidak ikutan ruam. Kondisi seperti ini akan dipertahankan hingga bulan Juni mendatang. Fiuh…

Okey, semoga trik murah meriah ini bisa bermanfaat yaa…